topbella

Monday, February 09, 2009

The Process to bocome a Mom...


Wish...Hope...Try

Memiliki anak adalah impian setiap pasangan yang sudah menikah. Selamat untuk semua kaum hawa yang sudah menjadi wanita sempurna dengan menjadi seorang Ibu. Tidak semua wanita di dunia ini seberuntung Engkau, semoga titipan itu dapat Engkau jaga dengan baik.

Hiks..hiks.. ternyata menjadi seorang perempuan sesungguhnya, I mean bisa hamil & melahirkan gitu lohh.., untuk sebagian perempuan ga semudah itu ya??? Termasuk aku, dah hampir 3 taon menanti, menunggu, berdoa dan berharap tapi saat indah itu blon juga datang :(

“Udah isi belom?” , “kapan nih punya momongan?”, “di tunda ya?”.. huhhh bosen aku denger pertanyaan2 seperti itu, coba untuk tersenyum setiap kali pertanyaan itu datang, duuhhh siapa sih yang ga kepengen cepet2..., tapi ya sabar Des, itu tandanya mereka sayang ama Dedes...!!! hiks..hikss.

Mhemm..., usaha nya kurang kali Des..??!!, ah masa sih, kayaknya udah maksimal deh, walaupun ketemu cuman dua minggu sekali, hiks..hiks.. (jangan parno ya!!!), tapi kan kata dokter juga yang penting bukan kuantitas, tapi kualitas boooo...!! Ke dokter juga dah sering, ampe 4 kali ganti dokter, terakhir berobat di klinik Yasmin sama dokter Muharam, so far sih gag ada masalah yang berarti bgt ma kandungan Aku. My Hubby juga udah tes, dan ga ada masalah juga, jumlah dan gerakan cukup oke lah wakaka... Badeweh apa aja sih Des, tes yang udah Dedes lakuin ntu, ini dia...:

1. Test USG
Test Ultrasound ini untuk mengetahui kenormalan seorang wanita. Apakah ia memiliki sel telur, memiliki indung telur. juga untuk mengecek apakah ada kista yang menghalangi, apakah setiap bulan ada sel telur yang siap dibuahi, dan sebagainya, yang intinya untuk mengetahui "perlengkapan persiapan awal" seorang ibu. Dan Alhamdulliah puji sukur, dari hasi USG kandunganku ga bermasalah, semuanya baik-baik saja. So I have to go to the next test...

2. Tes Hormon
Hormon ini di tes biasanya pada masa luteal (setelah ovulasi) untuk mengetahui balance atau tidaknya komposisi hormon tubuh. Mengapa harus tes hormon? Karena hormon ini dihasilkan oleh tubuh setelah merelease sel telur. Jika hormon berada di luar jangkauan normal, maka dokter akan mencoba membuatnya balance terlebih dahulu.

Aku menjalani tes hormon pas D-4 (baca: hari ke 4 dari siklus mens). Apa aja sih hormon yang di tes nya? Hormon yang di tes adalah LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), prolactin dan estradiol.

Badewey, apa sih fungsinya hormon-hormon itu, ini dia sedikit penjelasannya:

FSH dan LH
Setiap ovarium, mengandung sejumlah besar folikel yaitu kantung-kantung berisi sel telur atau ovum. Kira-kira sebulan sekali, FSH (folicle stimulating hormone) merangsang pematangan folikel dan selanjutnya LH (luteinizing hormone) merangsang pecahnya folikel sehingga sel telur dilepaskan ke tuba falopi dan siap dibuahi. Proses pemecahan folikel dan pelepasan ovum tersebut dinamakan proses ovulasi. Pada waktu yang sama, Estrogen (hormon dari folikel) menyebabkan endometrium (dinding rahim) menebal untuk mempersiapkan jika ovum dibuahi (fertilisasi). Jika fertilisasi tidak terjadi, Endometrium akan tanggal atau luruh, dan darah dikeluarkan melalui vagina yang kita kenal sebagai haid.

Apabila tes hormon dilakukan pada D 3-5, maka seharusnya FSH lebih tinggi dari LH. Tapi pada penderita PCOS, LH lebih tinggi dari FSH. Hasil tes hormonku juga menunjukkan bahwa FSH dan LH ku berada di angka normal, FSH : LH = 5.5 : 4.1.

Prolactin
Prolactin dihasilkan oleh tubuh laki-laki maupun perempuan. Pada perempuan, prolactin biasanya dihasilkan untuk merangsang pembesaran payudara pada wanita hamil dan merangsang produksi air susu pada wanita menyusui. Prolactin tidak hanya merangsang produksi susu, tapi juga menghambat ovulasi dan menganggu siklus mens. Kadar prolactin yang terlalu tinggi menyebabkan infertility pada perempuan. Oleh karena itu, wanita yang menyusui menjadi infertil (susah hamil).

Stress bisa merangsang produksi prolactin. Akibatnya, ovulasi terganggu sehingga menjadi susah hamil. Makanya salah satu nasehat klasik yang sering kita dengar kalo pengin hamil adalah "Jangan stress".

Dan ternyata bener aja dugaanku, hasil tes prolactin tinggi berada di atas normal. Mungkin keinginan hamil ini membuatku agak stress, selain juga stress sama tugas kuliah kali ya..., huuihhh, mulai skr aku harus bisa meredam emosi ku ni, biar ga terlalu stress...

Estradiol (serum)
Estradiol adalah salah satu hormon estrogen. Baseline estradiol diperoleh dengan cara melakukan tes estradiol pada saat menstruasi. Produksi estradiol meningkat seiring dengan pematangan folikel, dan menurun pada saat ovulasi. Pada fase luteal, produksi estradiol meningkat lagi, dan pada akhir fase luteal (menjelang menstruasi) estradiol drop sampai level baseline.

Hasil tesku menunjukkan bahwa baseline estradiol ku agak sedkit dibawah normal, tapi dokter ku bilang masih ga apa2, so itu membuatku sedikit agak lega..

3. Tes HSG
HSG atau Hysterosalpingogram adalah test X-ray untuk mengetahui apakah ada penyumbatan di uterus atau saluran tuba faloppi yang memungkinkan si sperma tidak dapat masuk untuk membuahi sel telur, atau menghalangi jalan sel telur menuju tempat bertemunya dengan sperma (ini intinya). Test ini aku lakukan pada hari ke-9 (D-9) di RS Hermina Jatinegara. Diapain tuh Des??

test ini dilakukan dengan menyemprotkan cairan yang mengandung zat kontras ke dalam rongga rahim menggunakan kateter melalui vagina. Kemudian dilakukan foto rontgen hingga akan terlihat apakah zat kontras tersebut masuk ke dalam saluran telur atau tidak. Bila masuk, berarti bebas dari perlekatan atau penyumbatan yang dalam istilah medis disebut paten. Sebaliknya bila zat kontras tidak dapat memasuki saluran telur, berarti ada penyumbatan yang lebih dikenal dengan istilah saluran telur nonpaten.

Hasilnya langsung jadi ga lama setelah tes. Agak deg-degan juga nunggu hasilnya, my Hubby udah mondar-mandir aja bikin aku tambah stress heheh, Abi takut ya istrinya kenapa2? Hiks..hiks.. Oh iya, agak sedikit sakit juga sih, ada rasa mules2 gitu deh, makanya sebelum dilakukan HSG aku disuruh masukin obat untuk menahan mulesnya hehehe.

Akhirnya hasil tes keluar juga, dan sekali lagi puji sukur Alhamdulillah hasilnya bagus, disitu tertulis “Kedua tuba patent, Cavum uteri normal” itu artinya ga ada sumbatan alias jalannya lancar tiada hambatan .. suitt suit....

Setelah semua tes ini dijalanin, pas hari ke-12, aku ke dokter lagi sambil bawa ntuh semua hasil tes. “ehm... ga apa2 koq, bagus hasilnya, cuman ada hormon yang ga seimbang dikit, dikasih obat aja ya..” itulah kata2 sang dokter yang buat aku sedkit lega..., Tapi..., lho koq ada tapi nya?? Koq telurnya ga keliatan, saking kecilnya... hiks..hiks... apa lagi nih?? “Gak apa2 koq, nanti dikasi obat ya biar ada telurnya??,makan dulu obatnya, nanti dateng lagi pas hari ke -12 lagi periode berikutnya..” wakakaka masih lama donk??

Akhirnya, untuk nyeimbangin si hormon, aku dikasi obat yang namanya Dostinex, dan lagi2 aku dibuat kaget..., muaahall bgt ntu obat,tapi untuk seseorang yang dinanti2 kehadirannya, kami akan berusaha semaksimal mungkin. Dan satu lagi obatnya namanya Profertil, obat ini dimakan setiap bulannya selama 5 hari berturut, mulai D-2 sampai D-6. setelah makan obat ini, beneran loh, setiap aku kontrol pada hari D-12, telur di rahim ku jadi gede2, dan sang dokter akan memberikan jadwal kapan kita harus melakukan hubungan, setelah sebelumnya disuntik dulu, tapi aku lupa gag nanya yang di suntikin obat apa, abis saking senengnya denger telur ku dah bagus dan siap dibuahin hehee...

Tapi, lagi-lagi gagal dan sampai saat ini belum juga terlihat tanda-tanda kehamilan pada rahimku, aku sempet sedihhh bgt, tapi Alhamdulillah selalu saja suami tercintaku bisa menenangkan hati ini, “Sabar ya sayang.., belum saat nya, kita coba lagi ya!!” Wakakaka.. itu lah kata2 mujarab dari suamiku setiap aku mulai merengut sedih.. hehehe. Love U Abi..

Kami yakin, Allah punya rencana yang indah dibalik ini semua.., kami akan selalu sabar menunggu dan tidak berhenti berdoa dan berharap, semoga Allah segera mengkaruniai kami anak-anak yang akan menambah kesempurnaan rumah tangga kami, Amin ya Robbal Alamin.

4 comments:

Anonymous said...

setuju bunda, teorinya memang banyak dan metodenya juga banyak. kalau aku hanya menjaga cara berpikir aja. jadi tetap semangat dan jangan terlalu berharap serahkan saja kepada Allah kita hanya bisa berusaha.

amin....

Deasi said...

Amin..., Love U

Anonymous said...

Anak adalah titipan dan amanah.Meskipun memiliki anak adalah impian dan cita-cita seseorang ketika menikah namun satu hal yang perlu kita pahami adalah tujuan menikah bukan semata-mata mencari keturunan. Beribu cara Allah menguji hambanya agar ia tetap beriman. Mungkin inilah salah satu bentuk ujian yang menggambarkan kecintaanNya kepada kita.

Sebagai renugan, kita harus pandai mencari hikmah dibalik setiap ujian.
Saudaraku.... sadarilah bahwa Allah masih mencintai kita ketika Ia memberikan ujian kepada kita.

Teruslah berkarya dan berdo'a.

Masih banyak hal yang dapat kita isi dibalik kekosongan hidup.

Semoga tulisan ini dapat menguatkan keistiqomahan kita akan husnudzon kita kepadaNya.

@nginBumi said...

assalamualaikum.
selamat berjuang mbak deasy.saya juga tengah berjuang untuk mendapatkan buah hati.sebulan lalu saya sedang menjalani IFV atau Bayi Tabung.Sebetulnya, jika saya normal maka bisa langsung OPU (Ovum Pick Up) krn telur saya banyak dan size-nya bagus.Tapi karena estradiol saya sangat tinggi,maka sementara pending dl.Dokter bilang,saya over-react thd obat(suntikan) yg diberi.Jadi mesti tunggu normal dl dg sendirinya,lalu mulai terapi lagi.Senang bisa silaturahim ke blog anda.
Wassalamualaikum

Post a Comment

Kasih Komentar

About Me

My Photo
Dea
Working as a Researcher for Ministry of Trade. Live in Jakarta. A wife of fabulous husband and the mother of adorable Son. And still trying reach my dreams…
View my complete profile